Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, dilahirkan sebagai anak ke sepuluh dari sebelas bersaudara. Ibu berpendidikan SR Ongko Loro dan Ayah lulusan SMP, tetapi rasa sayang d...

Selengkapnya
20 Hari Menyepi: Gurusiana-ku di Puber Kedua
https://www.tokopedia.com/bukubukumurah/jual-buku-maaf-aku-selingkuh-memperjuangkan-biduk-rumah-tangga

20 Hari Menyepi: Gurusiana-ku di Puber Kedua

Episode Ingin Menjadi Pembelajar "Bener dan Pener" (1)

SEBAGAI kata dan ungkapan pembenar argumen, karena kemalasan saya dalam menulis dan menulis adalah kita sebagai umat bernama manusia memiliki sifat yang penuh salah dan khilaf. Itulah ucapan pengantar, setelah selama 20 hari tidak bertemu dan menyapa gurusianer ada rasa kangen dan rindu mengganggu pikiran yang sudah terlanjur sayang. Ibarat penulis kini sudah memasuki masa puber kedua, yang kata orang gemanya semakin nikmat dan 'ngawur'.

Puber kedua adalah suatu peristiwa dimana seseorang kembali menemukan jati dirinya. Dan biasanya kata puber kedua di'konotasi'kan sebagai orang yang sebatas tertarik kepada lawan jenis walau sudah mempunyai pasangan, meskipun ini berbeda makna dengan selingkuh. Bila puber kedua baru sebatas ketertarikan hati pada lawan jenis bukan pasangannya, tetapi selingkuh sudah mengarah pada aktivitas fisik seperti memberikan perhatian lebih.

Ada yang mengatakan, kalau puber kedua tumbuh pada usia sekitar 40-an tahun. Sebagian besar memang demikian, tetapi pada dasarnya puber kedua bisa terjadi beberapa saat setelah pacaran atau menikah, terutama pada pria walaupun tidak tertutup kemungkinan juga pada wanita. Rasa tertarik kepada lawan jenis dapat terjadi begitu saja tanpa dilatarbelakangi alasan yang jelas, meskipun wajah cantik tetap menjadi daya tarik pertamanya. Keinginan untuk memiliki lawan jenis begitu menggebu-gebu, namun di sisi lain iman yang kuat serta komitmen untuk menjaga hubungan dengan pasangan menjadi pagar untuk tidak meloncat ke rumput tetangga. Akhirnya keinginan untuk memiliki lawan jenis bukan pasangan hanyalah sebatas khayalan belaka.

====

Penulis coba alihkan bahasan dan pembicaraan tentang sisi lain dari pemahaman apa itu puber kedua. Intinya, di puber dilihat dari kaca mata penulis adalah keinginan menggelora untuk bisa mewujudkan visi dan misi menjadi sosok bernama pembelajar yang konsisten. Menjadi sosok 'pilihan' yang konsisten dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, tergantung kepada adanya niat dan kesempatan.

Untuk mau belajar, biasanya bermula dari adanya 'keterpaksaan untuk' yang berlanjut pada kemauan karena kesamaan 'chemistry' saat ngobrol bersama buku. Ibarat kata pepatah 'witing tresno jalaran soko kulino', cinta tumbuh karena sering bersama. Disinilah batas antara puber kedua dan berselingkuh dengan buku yang sesungguhnya, ya ketika ada niatan yang kuat dan kesempatan untuk bertemu. Niat saja tanpa kesempatan, atau sebaliknya, hanyalah menjadi pertanda puber kedua. Namun bila keduanya bersatu, maka timbullah perselingkuhan. Berselingkuh dengan buku dan dilanjutkan menulis, dan jadilah literasi.

Ibarat virus yang belum ada obatnya, puber kedua adalah fenomena alamiah yang akan dialami oleh setiap manusia normal sepanjang hidupnya. Tidak hanya dengan lawan jenis saja tetapi bisa juga dengan komunitas dan termasuk dunia perbukuan. Puber kedua hingga kini juga tidak ada obat mujarabnya, untuk mencegahnya, tidak ada jalan lain kecuali mengontrol diri dan menyalurkan dengan benar. Atau tinggal di komunitas yang bervisi dan misi yang sama.

Merenungkan dampak yang akan terjadi dari perselingkuhan merupakan cara kontrol diri paling mudah.
Akhirnya, semoga puber kedua-ku di gurusiana masih bisa diterima oleh gurusianer. Kalaupun tidak diterima ku tetap menulis dan menulis hingga menjadi sosok pembelajar yang 'bener dan pener'. Semoga.

Slamet Yuliono - Si Pembelajar -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Teruslah menulis, di manapun dan kapanpun, selagi mampu.

26 Jun
Balas

Teruslah menulis, di manapun dan kapanpun, selagi mampu.

26 Jun
Balas

Ya Bunda. Insyaallah ....

26 Jun

Setelah cukup lama "bersemedi", kini Pak SY telah muncul kembali. Lanjutkan!

25 Jun
Balas

Terima kasih Pak Edi. Cari ilmu pamungkas hehehe ....

25 Jun

Selamat datang kembali di Gurusiana pak SY, semoga di puber kedua ini semakin berkualitas tulisannya

25 Jun
Balas

Aamiin .... terima kasih Pak Guru AS

25 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali