Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, dilahirkan sebagai anak ke sepuluh dari sebelas bersaudara. Ibu berpendidikan SR Ongko Loro dan Ayah lulusan SMP, tetapi rasa sayang d...

Selengkapnya
BERAMAL DENGAN TULISAN
https://jalantikus.com/tips/yakin-mata-kamu-sehat-uji-dulu-dengan-tes-mata-gratis-berikut-ini/

BERAMAL DENGAN TULISAN

Episode Mempertahankan Eksistensi

Menurut KBBI, pengertian menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Menulis berarti menuangkan isi hati si penulis ke dalam bentuk tulisan, sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang orang melalui tulisan yang dituliskan. Kemampuan seseorang dalam menuangkan isi hatinya ke dalam sebuah tulisan sangatlah berbeda, dipengaruhi oleh latar belakang penulis. Dengan demikian, mutu atau kualitas tulisan setiap penulis berbeda pula satu sama lain. Namun, satu hal yang penting bahwa terkait dengan aktivitas menulis, seorang penulis harus memperhatikan kemampuan dan kebutuhan pembacanya. (http://www.pengertianahli.com/2014/01/pengertian-menulis-dan-tujuan-menulis.html)

Menulis itu penting, selain berfungsi sebagai sarana menuangkan gagasan, pengembangan potensi diri, juga menjadi sedekah diri yang baik bila sosok dari pembaca itu mau dan mau mengaplikasikan tulisan yang kita buat dalam perilaku kesehariannya. Atau setidaknya dengan membaca tulisan yang kita buat, mereka sadar dan mau merubah perilaku kesehariannya.

Menjadi penulis membutuhkan kesabaran dan keuletan. Seseorang jika ingin menjadi penulis hebat, minimal orang itu mesti dan harus rela menghibahkan waktu dan pikirannya untuk menuliskan ide yang ada dalam kepalanya, bisa satu jam atau tergantung kebiasaannya.

Dan yang paling berat beban bagi penulis, karena tulisan itu bisa memperhinakan atau membela sang penulis di hadapan Tuhan di hari kemudian kelak. Tiap diksi, kalimat, paragraf yang menghiasi lembaran kertas atau dalam paparan HP dan sejenisnya menjadi saksi.

Sehingga jika ingin menulis, niatkan dulu dalam kalbu kita dengan tulus bahwa saya harus menulis dengan baik, benar, dan sesuai dengan kaidah kepenulisan. Selalu memperbaiki diri sesuai dengan apa yang ditulis. Dan meng - evaluasi buah tulisannya setiap saat, untuk menjadi lebih baik dan dampak dari tulisan yang selalu dikoreksi itu bisa berkah bagi siapa saja yang membacanya.

====

MEMBACA pengantar tulisan di atas, dihubungkan dengan berkembangnya sarana komunikasi yang semakin canggih, sebenarnya memudahkan kita untuk beramal kebaikan. Dengan modal handphone mungil, hanya dengan mengirim short message kepada kerabat atau shohib dekat berisi tulisan yang menyentuh qolbu, dan dengan tulisan yang terbaca ini menjadikan mereka berubah menjadi lebih baik kita pun bisa meraih pahala.

Nasehat tersebut bisa jadi kita dapatkan dari bacaan buku atau seorang ustadz dan tinggal kita forward pada nomor kontak lainnya. Ini tips mudah untuk mendapatkan pahala lewat dakwah pesan singkat, walau mungkin kita bukan seorang da’i, hanya sekedar pem-forward pesan. Apalagi kalau yang kita unggah itu adalah tulisan kita sendiri.

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : ... Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Menulis untuk dibaca orang lain tidak bisa hanya asal-asalan, harus ada modal yang mesti dimiliki. Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa ada tiga modal bagi setiap pengajak kebaikan dan pelarang kemungkaran.

Modal tersebut adalah: Pertama ilmu. Ilmu sebagai modal dasar yang harus dimiliki oleh penulis adalah tidak asal menulis. Tulisan yang baik itu tidak didapat dari meg"unggah" tulisan orang lain tanpa seijinnya. Kalaupun itu hasil adopsi dari tulisan orang lain, tuliskan sumber rujukannya.

Tidak bisa seseorang berdakwah dengan asal-asalan tanpa didasari ilmu atau menyampaikan sesuatu yang tidak pernah dituntunkan. Seringkali kami melihat sebagian orang menyebarkan amalan lewat SMS atau pesan BBM padahal amalan tersebut tidak diketahui dari sumbernya. Hanya sekedar memforward, tanpa melakukan cek & ricek pada orang yang lebih berilmu. Ingat, dakwah itu termasuk ibadah. Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Barangsiapa yang beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka ia akan membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan kebaikan.”

Kedua, lemah lembut. lemah lembut dalam dunia kepenulisan lebih mengarah pada kesantunan bahasa "tulis" yang harus ada di setiap tulisannya. Tidak bisa langsung dengan kekerasan atau tulisan kasar, karena dakwah tulisan seperti ini pasti akan membuat orang lain sulit menerima. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan petuah berharga yang artinya Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut. Dia menyukai kelembutan dan Dia akan memberi kepada kelembutan yang tidak diberikan jika seseorang bersikap kasar.” (HR. Muslim no. 2593)

Ketiga, sabar. Bagaimana meng "aplikasi" kan kalimat sabar dalam tulisan. Salah satu caranya adalah tetap menulis dengan kelembutan dan kesantunan, berikan nasihat ini kepada diri dan orang lain. Tetap bersabar dan tetap konsisten menulis dan jangan patah arang. Maju terus hilangkan persepsi aku malas menulis lagi, dengan dalih tulisan saya tidak dibaca orang atau tidak diminati oleh orang lain. Percayalah tulisan yang baik dan benar pasti akan dicari dan terus dicari oleh mereka yang mencari pintu hidayah.

Setelah melakukan amar ma’ruf nahi mungkar (mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran), haruslah ada sikap sabar terhadap setiap ujian yang kita dapat. Ibnu Taimiyah berkata, “Setiap orang yang ingin melakukan amar ma’ruf nahi mungkar pastilah mendapat rintangan. Oleh karena itu, jika seseorang tidak bersabar, maka hanya akan membawa dampak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”

Lukman pernah berkata pada anaknya: .... Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)

Sekarang Anda bisa memanfaatkan handphone Anda, BBM (Blackberry Messenger), atau jaringan sosial Anda di FB atau twitter untuk berdakwah dan mengisinya dengan hal-hal yang lebih manfaat bahkan bisa menuai pahala. Cobalah memanfaatkan sarana-sarana tadi melalui pesan singkat, memberi nasehat sederhana, ajakan untuk beramal atau penjelasan pada suatu hal yang mungkar.

Tugas kita hanya memaparkan hasil pemikiran berupa tulisan yang baik untuk dibaca oleh diri sendiri, dan atau disebarkan pada orang lain. Sedangkan hidayah dan buah dari tulisan yang kita buat hanyalah milik Allah pencipta alam jagat raya ini. Semoga ...

Si Pembelajar - Slamet Yuliono -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Benar... Isinya mantap dan ilmiah

17 Apr
Balas

Masih belajar Bunda, terima kasih atensinya ...

17 Apr

Luar biasa, dalam sekali maknanya

17 Apr
Balas

Belajar dari pendahulunya seperti Pak AS, yang sangat luar biasa. Terima kasih atensinya ....

17 Apr

membuka wawasan n menyejukkan ...

18 Apr
Balas

Terima kasih Bunda. Salam Kenal ...

03 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali