Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, Si Pembelajar yang ingin dan ingin terus belajar kepada siapa saja. Dan berharap dengan bimbingan dan petunjuk-Nya, bisa bermanfaat bag...

Selengkapnya
Berbagi .....
http://tutiharyati174722.gurusiana.id/article/pendidik-wajib-menulis-buku-keuntungannya-386082

Berbagi .....

Guru Menulis : Tuntutan, Kewajiban, atau Kebutuhan

MENYUSUN kata-kata agar menjadi kalimat dan tulisan yang bermakna tidaklah mudah, seperti mudahnya membalikkan telapak tangan. Membuat tulisan yang bermakna juga tidak sulit, seperti susahnya membalikkan batu besar. Itulah kata-kata indah yang sering disampaikan oleh motivator dalam berbagai kesempatan di diklat membuat tulisan ilmiah maupun sastra.

Mudah sulitnya menulis yang bermakna itu tergantung pada beberapa faktor, diantaranya: punya niat, keterpaksaan, kemauan, motivasi, persepsi, serta adanya komitmen yang kuat seseorang. Menulis bisa menjadi mudah, berjalan lancar, bagai air mengalir, bila orang memiliki motivasi, persepsi yang benar, niat yang tulus, dan komitmen yang kuat. Dan akan menjadi sulit bahkan amat sulit, kalau orang itu dengan sengaja membiarkan dirinya dalam kungkungan rasa malas dan merasa sudah cukup puas dengan keberadaannya sekarang.

Tidak maksimalnya guru dalam mengembangkan profesinya, mayoritas karena kesulitan mencari ide. Padahal sebenarnya ide tersebut bertebaran di sekitar kita. Di sekolah, di pasar, di jalanan, dalam suatu pertemuan, di surat kabar, dalam buku, di televisi, ada ide. Hal itu tergantung lagi kepada ketajaman pikiran guru memilih dan memilah ide tersebut.

Bagaimana cara menemukan ide? Banyak cara dapat dilakukan untuk menemukan ide. Pertama, dengan membaca. Kedua, mengamati lingkungan sekitar. Ketiga, mendengarkan pembicaraan orang lain atau presentasi. Keempat, berdiskusi dengan teman. Kelima, mengamati perilaku atau fenomena yang berkembang. Keenam, menonton televisi, dan sebagainya.

Bila ide sudah ditemukan, segera dicatat. Sebab, kalau momen penting itu ditunggu lama-lama akan hilang. Karena itu, sudah saatnya kita guru yang setiap saat membawa alat tulis kemanapun kita pergi mencatatkan momen itu. Saat muncul ide langsung catat poin-poin pentingnya, misalnya kita sedang mengamati perilaku orang yang membuang sampah sembarangan. Dalam pikiran akan muncul ide, seperti; kesadaran tentang kebersihan, cara meningkatkan kebersihan, pengelolaan sampah dan sebagainya. Atau Ketika kita sedang mengamati perilaku teman tentang kehadirannya di sekolah, akan muncul ide, seperti: disiplin guru, guru profesional, memulai disiplin dari guru, dan sebagainya.

Persoalan lain adalah bagaimana memulai paragraf. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memulai paragraf, diantaranya: Pertama, menggunakan kalimat pernyataan atau tesis. Kedua, menggunakan omongan atau percakapan. Ketiga, menggunakan kalimat yang berisi perbuatan. Keempat, mengungkapkan hal yang memancing keingintahuan pembaca. Kelima, menggunakan ungkapan, peribahasa, lirik lagu, pantun, atau sejenisnya. Keenam, menggunakan anekdot. Ketujuh, menggunakan kalimat tanya.

Agar ide yang dikemukakan komunikatif dan mudah dipahami, gunakanlah kalimat efektif.
Hindari kalimat yang panjang-panjang. Jauhilah pengungkapan
kata yang berbelit atau bertele-tele. Pengungkapan dengan kalimat pendek dan sederhana akan memudahkan pembaca memahami apa yang kita paparkan.

Pengungkapan ide hendaklah lugas, tegas, dan jelas. Kalimat yang diungkapkan hendaklah memiliki penafsiran tunggal. Hindarilah kalimat ambigius, yang menimbulkan penafsiran ganda. Dalam mengungkapkan idenya penulis hendaklah tegas, jangan ragu. Hindarilah kalimat-kalimat menggambarkan keraguan penulis. Misalnya penggunaan kata: barangkali, mungkin, agaknya, kalau tidak salah, dan sejenisnya. Dengan demikian, pembaca akan yakin dengan apa yang diungkapkan penulis.

Adanya kemauan dan kemampuan sangat penting dalam menulis. Keduanya kata itu tidak dapat dipisahkan. Kemauan tanpa kemampuan mengakibatkan seseorang tidak produktif dalam menulis. Kemampuan tanpa kemauan mengakibatkan kelumpuhan dalam menulis. Karena itu, tumbuhkanlah kemauan, dan tingkatkan kemampuan menulis Anda.

Jagalah komitmen sehingga menulis tidak hanya sebatas angan, tetapi benar-benar menjadi kenyataan yang dimulai dari tuntutan dan kewajiban. Dan puncaknya menjadi sebuah kebutuhan, sama seperti kita makan, minum, dan istirahat. Ayo menulis Bapak - Ibu guru, kalau tidak sekarang kapan lagi!

Si Pembelajar - Slamet Yuliono -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bagi saya menulis itu bagian dari kebutuhan. Ada yang kurang bila belum menulis Salam Literasi

11 Feb
Balas

Ya Bunda tambah semangat .....

11 Feb

Menulis dan menulis

11 Feb
Balas

Terima kasih atensinya Bunda .....

11 Feb

Trimakasih Pak... Sudah menginspirasi dan ilmunya. Sangat bermanfaat buat sy yg sedang belajar

11 Feb
Balas

Sama-sama Bunda, sesama gurusianer harus salim menginspirasi....

11 Feb

Ayoo....semangat...semangat. Salam Literasi...Baarokallah...Pak.

11 Feb
Balas

Ya Bunda, lama tidak berbagi. Salam Literasi juga .....

11 Feb

Trimksh pak ... Menambah semangat bagi sy yg terkdg sering mentok dlm menulis....

11 Feb
Balas

Ya Bunda saling berbagi agar tambah semangat ....

11 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali