Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, Si Pembelajar yang ingin dan ingin terus belajar kepada siapa saja. Dan berharap dengan bimbingan dan petunjuk-Nya, bisa bermanfaat bag...

Selengkapnya
Berkarya di Ramadan Berkah Salahkah ?
http://pandujayagroup.blogspot.co.id/2014/

Berkarya di Ramadan Berkah Salahkah ?

Episode Artikel Khusus Ramadan (5)

KEHADIRAN ramadan kali ini seakan menjungkirbalikkan agenda dan kegiatan rutin penulis selama ini. Kegiatan rutin seperti tinggal berlama-lama di masjid, diskusi "ngalor ngidul" dengan sejawat di lobi masjid, menghabiskan waktu untuk banyak membaca apa saja saat senggang, serta aktivitas rutin jalan pagi usai salat subuh terlupakan.

Rutinitas yang sudah penulis jalani beberapa tahun terakhir ini seolah musnah. Ya kebiasaan itu sedikit "terganggu" karena hingga memasuki hari ke lima ramadan aktivitas rutin itu seakan telah terlupakan. Diganti dengan berlama-lama di depan PC (kadang LP/HP). Menghabiskan waktu hingga berjam-jam hanya untuk "menthelengi" komentar, ulasan dan sibuk merespon beragam tulisan yang ada di grup WA

Ibarat ABG (anak baru gede) yang sedang "menggilai" games on-line rupanya ini juga sedang melanda penulis. Salah atau benarkah apa yang penulis lakukan ini, penulis pastikan salah dan sudah seharusnya kegilaan seperti ini dikurangi dan mulai belajar mengatur waktu.

Tahu kalau perbuatan ini salah dan menzdalimi waktu, setelah belajar dari pengalaman salah satu teman di grup WA, yang dengan lantang mengunggah judul tulisan: "Setor dan Setoran". Penulis tersentak dan mencoba berpikir terus menulis dan menulis. Atau berketetapan hati mengurangi kegiatan yang sedang "on fire" ini untuk berbagi waktu dengan kegiatan lain.

Sikap menganaktirikan kegiatan lainnya dalam ajaran langit disebut "zdalim", sebagai satu perilaku tercela yang harus dihindari oleh setiap mukmin. Karena sesungguhnya perbuatan dzalim dapat merugikan pelakunya dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Agar setiap mukmin tidak terjebak pada perbuatan dzalim, maka harus memahami salah satu sifat tercela ini (dzalim), kemudian secara konsisten menjaga diri agar tidak terjerumus lebih dalam.

Dzalim sebagai kemungkaran, menurut ajaran islam sering diistilahkan aniaya atau meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Dzalim adalah perbuatan dosa yang harus ditinggalkan, karena tindakan aniaya akan dapat merusak kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.

Sebagian besar manusia memiliki kebiasaan untuk melaukan perbuatan yang dikelompokkan sebagai dosa kecil, baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Padahal sesungguhnya perilaku dosa sekecil apapunmerupakan kezdaliman yang harus ditinggalkan. Oleh karena itu kita harus selalu beristighfar dan berdoa agar Allah mengampuni segala dosa yang diakibatkan melakukan hal yang sifatnya salah dan lupa, yang demikian itu menjadi tabiat dari manusia itu sendiri.


Sebagai orang yang meyakini kebenaran ajaran agama,sudah barang tentu mau menerima dan menghayati konsep pahala dan dosa. Menurut ajaran islam ,perbuatan baik yang dilakukan seorang muslim sebagai “medium” untuk mendekatkan diri (taqorrub) kepadanya.

====

Niatan untuk segera menyelesaikan sebuah karya dan pastinya sekaranglah waktu yang tepat dalam memperkaya khasanah keilmuan itu, karena mendapat respon dan koreksi dari orang-orang ahli. Apalagi selama sebulan penuh di ramadan banyak waktu luang dan berkesempatan melakukan aktivitas tambahan selain salat tarawih dan sahur.

Dari banyaknya obrolan dengan beragam komunitas dan beberapa kawan, ada hal menarik yang menjadikan ramadan tidak saja untuk melaksanakan puasa, melainkan bisa diisi dengan agenda lain yang terencana. Misalnya sengaja membeli buku-buku keagamaan, menulis untuk memperdalam dan memperluas wawasan spiritual dan kaidah-kaidah agama dan pastinya membuat buku.

Hasil dari membaca buku, dan "ngangsu kawruh" dari pakar, dan bahkan diperkaya dengan mendengarkan isi ceramah-ceramah keagamaan ustaz semakin memantapkan diri ini untuk melangkah mantap menyelesaikan tulisan-tulisan dan membuat buku harus segera kelar.

Dengan membaca buku dan mendengarkan ceramah, kita akan memiliki perspektif komparatif tentang berbagai topik kajian serta metode dan kualitas para penceramah. Mengingat begitu banyak penceramah yang kadang isinya berbeda dengan pemahaman yang biasa kita dengar, sebaiknya kita memahami ajaran-ajaran dasar keislaman berdasarkan Alquran dan Hadits yang mutawatir, yang tidak diragukan keaslian mata rantainya bahwa itu ucapan dan tindakan Rasulullah, agar kita tidak dibuat bingung oleh berbagai perbedaan pendapat yang disampaikan penceramah. Perbedaan yang muncul itu biasanya pada tataran ranting (furu'), bukan batang atau ajaran dasar dan pokok.

Inti dari penulisan artikel dan tentunya bermakna untuk mengisi kegiatan ramadan berkah ini adalah jangan lewatkan kehadiran bulan penebar rahmat, berkah dan ampunan Ilahi untuk kita sambut dan isi dengan amal kebajikan sebanyak-banyaknya.

Akhirnya kembali pada diri kita masing-masing, menyelesaikan agenda dalam bentuk karya sesuai dengan apa yang sudah dirancang dan tetapkan saat memasuki ramadan ini. Atau mengurangi dan harus mengakhiri aktivitas tulis menulis. Wallahu a'lam bish-shawabi

Si Pembelajar - Slamet Yuliono -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Aamiin Bunda, terima kasih ....

21 May
Balas

Betul pak guru, semua kembali pada diri masing-masing. Karena kita yang tahu prioritas mana yang paling baik untuk diri kita. Yang paling penting jangan "menzhalimi" diri sendiri. Jazakallah khoir untuk ilmu yang bermanfaat ini. Salam sehat dan sukses selalu. Semoga mencapai mardhatillah. Barakallah.

21 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali