Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, dilahirkan sebagai anak ke sepuluh dari sebelas bersaudara. Ibu berpendidikan SR Ongko Loro dan Ayah lulusan SMP, tetapi rasa sayang d...

Selengkapnya
Bersahabat dengan Orang
https://khsblog.net/2016/06/05/11-amalan-di-bulan-ramadhan-sesuai-petunjuk-kanjeng-nabi-muhammad-saw/

Bersahabat dengan Orang "Aneh" di Ramadan Berkah

Episode Artikel Khusus Ramadan (12)

Oleh : Slamet Yuliono *)


ME-REFRESH perjalanan ramadan yang kini sudah memasuki hari ke 12 meskipun terlambat sehari, karena ada catatan non teknis di hari ke 11. Bentuk nyata refresh diri ini adalah dengan mencocokkan program jelang ramadan dengan apa yang sudah penulis lakukan hingga hari ke 10. Ternyata, apa yang telah penulis lakukan dengan rencana yang tersusun di program masih jauh dari harapan. Semoga kekurangan ni hanya pada penulis, Anda yang berada di grup ini "insyaallah" lebih istiqomah atau bahkan lebih baik. Aamiin ...

Sejak memasuki ramadan yang ligkup bahasan lebih melibatkan diri dengan anak didik, keluarga dan lingkungan masjid. Sambil merenung dan memilah kegiatan, ternyata kali ini penulis sepertinya berada di lingkungan yang "aneh". Aneh karena saat bersama anak didik belum bisa menjalankan amanah secara maksimal, khususnya mengingatkan mereka untuk tidak berbuat curang dalam UAT (Ulangan Akhir Tahun). Berkumpul dengan sahabat guru di sekolah dan di rumah bersama keluarga masih belum bisa nge"rem" bergunjing dan marah. Sedang di linkungan masjid perilaku menyimpang yang terkadang masih berkata kotor dan lepas kontrol.

Ramadan yang telah menghampiri kita, ternyata masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu saja peristiwa ini akan berlaku sepanjang zaman hingga bumi menemui ajalnya. Karena ramadan adalah sesuatu yang berbeda di antara bulan-bulan lainnya, sudah barang tentu sejumlah amal ibadah terbaik telah kita persiapkan untuk kita persembahkan kepada Allah swt, yang pada akhirnya selain pahala yang berlipat ganda pastinya mencapai derajat muttaqin.

Seperti yang tertulis di pengantar, walaupun ramadan bagi sebagian kita telah berulang-ulang melaksanakannya, tetapi tidak sedikit saya, Anda, dan masyarakat kita tanpa sadar melakukan berbagai aktivitas yang kadang-kadang bertolak belakang atau bahkan jauh berbeda dengan tujuan yang ingin dicapai dari bulan ramadan itu sendiri. Perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai dan esensi dari bulan ramadan itu sendiri, secara sadar ataupun tidak telah mewarnai sepanjang hidup dan kehidupan umat Islam dari waktu ke waktu.

Beberapa perilaku yang saling bertentangan dengan target capaian ibadah puasa yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT itu dapat kita amati dalam beberapa hal: Pertama, Berpuasa tetapi tidak shalat. Masih saja kita menemukan bahwa ada orang-orang yang berpuasa tetapi tidak shalat. Memang tidak ada data pasti berapa jumlahnya, tetapi ini dapat kita ketahui dari berbagai kejadian-kejadian yang sering kita saksikan sendiri di lingkungan kita.

Kedua, Berpuasa tetapi tidak menutup aurat. Kita juga menemukan dibanyak tempat, ada orang-orang berpuasa tetapi tidak menutup aurat. Padahal sudah jelas bagi kita aurat seorang perempuan dan aurat laki-laki. Membuka aurat untuk dipertontonkan dihadapan orang-orang, sama halnya dengan melakukan kemaksiatan. Apa artinya berpuasa yang tujuannya untuk menambah pahala dan meningkatkan derajat takwa, sementara kemaksiataan dengan membuka aurat tetap dilakukan. Ini memang aneh tapi nyata, satu sisi ingin beribadah, disisi yang lain melakukan pengerusakan terhadap amal ibadah yang dilakukan.

Ketiga, berpuasa tetapi tidak menjaga lisan. Sama halnya dengan lisan, ada orang-orang yang berpuasa tetapi masih saja mengeluarkan lisan yang berdusta, ghibah, adu domba, marah-marah, menghasut, fitnah, mencela dan ucapan-ucapan nista lainnya. Padahal guru kita Rasulullah SAW mengingatkan: “... Jauhkanlah dirimu dari perbuatan dusta, karena dusta itu akan membawa kepada kedurhakaan dan kedurhakaan itu akan membawa orang ke neraka. Dan seseorang ada yang senantiasa suka berbuat dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pembohong ....”. (HR Bukhori - Muslim).

Dalam riwayat lainnya Nabi saw berpesan: “... Ghibah adalah engkau menyebut-nyebut saudaramu mengenai sesuatu yang ada padanya yang ia tidak suka ...”. Beliau ditanya, ”.... Bagaimanakah pendapat engkau jika yang saya sebut itu ada pada saudara saya? ... ”. Jawab beliau: “... Jika apa yang engkau sebutkan itu ada pada saudaramu berarti engkau telah mengumpatnya, dan jika apa yang engkau katakan itu tidak ada padanya berarti engkau telah mengadakan dusta terhadapnya ....”. (HR Muslim).

Keempat, Berpuasa tetapi menyakiti dan mendzalimi orang lain. Jabir ra berkata: “Jika engkau berpuasa maka hendaklah berpuasa pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu dari perkataan dusta dan segala yang haram. Janganlah engkau menyakiti tetangga, hendaklah engkau bersikap tenang, dan sakinah, serta janganlah engkau jadikan hari-hari puasamu sama dengan hari-hari ketika engkau tidak berpuasa.”

Menyakiti atau mendzalimi teman, keluarga, pembantu di rumah kita, bawahan di tempat kerja, staf di kantor, dan bahkan hewan peliharaan sekali pun ini adalah sejumlah bentuk-bentuk melukai nilai-nilai ibadah ramadan di bulan suci. Semestinya amal shalih kita tingkatkan, amal salah kita jauhkan dari daftar aktivitas harian kita.

Kelima, Berpuasa tetapi mengisi kegiatan dengan menghabiskan waktu secara sia-sia. Tidak sedikit juga orang-orang yang menghabiskan waktu puasanya dengan pekerjaan yang sia-sia dan tidak berguna. Main kartu, domino, menonton televisi sepanjang waktu, jalan-jalan tanpa maksud, main play station (PS), duduk-duduk di pusat-pusat perbelanjaan, atau aktivitas lain yang tidak jelas tujuannya.

Padahal bulan ramadan adalah kesempatan untuk menambah bekal kebaikan, selain bonusnya berlipat ganda, juga suasana ibadah terbentuk di mana-mana. Sungguh sayang rasanya memasuki bulan ramadan tetapi pekerjaan tidak bermanfaat lebih dominan dan mewarnai lebih banyak kehidupan kita dibandingkan aktivitas ibadah yang sepatutnya menjadi rutinitas maksimal keseharian kita selama bulan mulia ini.

Keenam, berpuasa tetapi korupsi (mencuri). Apakah selama bulan lain selain bulan ramadan boleh korupsi? Tentu saja tidak, baik di bulan ramadan ataupun selain ramadan, tetap saja korupsi (mencuri uang rakyat) adalah pekerjaan dosa. Namun alangkah anehnya, saat memasuki bulan ramadan ternyata korupsi tetap saja dengan mudah dilakukan. Puasa jalan terus, korupsi juga tidak berhenti.

Ketujuh, memasuki bulan puasa tetapi ada orang yang tidak puasa. Ini yang paling parah dan berbahaya. Ada orang sudah berjumpa dengan bulan puasa, berada dalam suasana ibadah ramadan, tetapi tetap saja tidak berpuasa. Sungguh menyedihkan. Agaknya, kita semua patut merenungi lagi esensi dan makna ibadah ramadan itu sendiri.

Sebagai kata akhir, sekaligus doa pengikat diri: " ... Semoga ramadan di tahun ini bisa lebih berarti dalam hidup kita, karena bisa jadi ramadan tahun ini adalah ramadan yang terakhir buat kita...". Aamiin ....

*) Slamet Yuliono -Si Pembelajar- kini Mengajar di SMP Negeri 1 Turen Kab. Malang

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

"Siapa tahu ramadhan kali ini ramadhan terakhir buat kita." Kalimat indah yang jadi "cemeti" bagi kita merebut keberkahan ramadhan tahun ini sebaik-baik dan sebanyak-banyaknya. Jazakallh khoir, pak guru. Sudah sangat mengingatkan. Salam sehat dan sukses selalu. Semoga mencapai mardhatillah. Barakallah....pak guru.

28 May
Balas

Sama-sama Bunda ....

28 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali