Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, Si Pembelajar yang ingin dan ingin terus belajar kepada siapa saja. Dan berharap dengan bimbingan dan petunjuk-Nya, bisa bermanfaat bag...

Selengkapnya
Dawet Ayu Memasuki

Dawet Ayu Memasuki "Zaman Now"

Dalam bincang-bincang santai dengan penjual "Dawet Ayu Banjarnegara" dan ini hasil singkat komunikasinya:

Penulis (P) : "Bapak sudah lama menjual dawet ayu ini".

Penjual Dawet (PD) : "Lebih dari lima tahun Pak".

Penulis (P) : "Bagaimana perkembangannya selama berjualan di

sini Pak"

Penjual Dawet (PD) : "Namanya jualan Pak, kadang rame terkadang sepi,

bahkan hanya laku beberapa mangkok saja".

========================

Dari perbincangan singkat ini, gambaran tentang Penjual Dawet Ayu Banjarnegara (selanjutnya disingkat PD) dapat penulis simpulkan bahwa dalam konteks “menyambung hidup” di luar daerah sekaligus sebagai pengembara pasti memiliki misi untuk ikut memajukan daerah kelahirannya. Gerak dan aktivitas PD tidak berbeda dengan seorang public relation (PR).

Pertama, sama-sama dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang dalam dan luas guna menunjang komunikasi yang efektif dan efisien kepada semua pihak. Tidak ada alasan bagi PD untuk tidak meng update pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki setiap saat, agar dapat 'melayani' dan menjalankan kegiatan berkomunikasi berbobot.

Kedua, membangun citra diri. Baik PD maupun PR sama-sama "menjual" citra diri yang baik dalam bekerja. Citra diri yang baik akan menumbuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap apa yang mereka sampaikan, dan sebaliknya, citra diri yang buruk akan menurunkan tingkat kepercayaan terhadap apa yang mereka sampaikan. Dengan kata lain, semakin profesional penampilan dari seorang PD, semakin tinggi tingkat kepercayaan yang didapat dan semakin tinggi pula nilai reputasi mereka di mata khalayak.

Ketiga, PD dan PR sama-sama menjadikan publik (pelanggan) sebagai objek, berhasil dan gagalnya penyampaian informasi itu karena kelihaian dari PD dalam merayu calon pembeli.

Dari sebagian persamaan yang dimiliki oleh PD dan PR, bisa disimpulkan bahwa mereka itu harus sama-sama memiliki kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengorganisir, kemampuan bergaul, dan berkepribadian yang jujur, serta memiliki imajinasi yang kuat untuk menunjang kesuksesan pekerjaan mereka.

Akhirnya, sebagai bagian kuliner yang menasional dibutuhkan PD - PD yang tangguh, yang mau bekerja keras, dan mampu mengemban tugas berat sesuai dengan misi yang kini dijadikan icon Banjarnegara. Kalau tidak mereka optimalkan, kapan lagi Dawet Ayu yang sudah menasional ini bisa bertahan dan tetap eksis sebagai kuliner unggulan. Semoga!

Si Pembelajar : - Slamet Yuliono -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tinjauan Dawet Ayu dari kacamata Bapak ini memang beda.. Lanjut ya Pak

07 Feb
Balas

Ya Bunda, beda kan boleh ....

07 Feb

Tema yang sama bisa menghasilkan artikel bermacam-macam, hebat bapak

10 Feb
Balas

Ini bukti kebesaran Allah. Dalam diri seseorang ada beragam isi ....

11 Feb

Surat elektroniknya juga sudah saya kirim Pak. Berarti hutang saya atas tantangan Bapak sudah Lunas.

07 Feb
Balas

Terima kasih. Inspiratif, smg terpilih di menjadi yg terbaik

07 Feb

Nama sebuah makanan atau minuman juga bisa membuat orang penasaran ingin mencoba Pak... Misalnya seperti es dawet Mey Nia hehe...

07 Feb
Balas

Kirimi Bunda nanti saya promosikan he.. he ...

07 Feb

Hehe...

07 Feb

Waaah....hebat Pak , saya ketinggalan ni. Selamat Pak...Baarokallah.

07 Feb
Balas

Terima kasih, masih lama kok pasti Bunda tulisannya lebih baik.

07 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali