Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, Si Pembelajar yang ingin dan ingin terus belajar kepada siapa saja. Dan berharap dengan bimbingan dan petunjuk-Nya, bisa bermanfaat bag...

Selengkapnya
Mana SuaraMu - KOMNAS HAM
http://www.smansax1-edu.com/2014/09/fungsi-dan-tujuan-komnas-pelindungan.html

Mana SuaraMu - KOMNAS HAM

KETIKA ada siswa (peserta didik) mendapat peringatan dari guru berupa 'jeweran' atau sanksi, dalam hitungan jam beramai-ramai KOMNAS - HAM menyuarakan protes keras. Tanpa mau tahu alasan mendasar kenapa perlakuan ini diberikan oleh guru dan dengan sigap mengharap pemerintah segera memberi hukuman yang setimpal.

Mereka menganggap Perlakuan 'yang dianggap' menyimpang bahkan berlebihan dari guru telah keluar dari jalur pendidikan. KOMNAS HAM maupun Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) demi menyelamatkan masa depan anak didik memanfaatkan celah dan kelemahan ini untuk menyuarakan jati diri dan eksistensinya demi keadilan bagi anak.

Namun saat ada perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siswa bahkan terjadi di luar nalar kemanusiaan, berupa pembunuhan terhadap guru suara kritis tersebut hilang bak ditelan bumi. Baru terdengar suaranya setelah ada desakan dan 'intimidasi' dari Forum Guru di Indonesia dan KPAI pun akhirnya buka suara. Melalui Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, KPAI mendesak kepolisian mengungkap motif pembunuhan ABC. Retno juga menyatakan sangat prihatin terkait kasus pembunuhan tersebut.

Banggakah kita dengan pernyataan yang dibuat KPAI sekaligus mewakili KOMNAS - HAM, pastinya kecewa. Beragam alasan dan argumen yang dikeluarkan seolah bertolak belakang dengan perlakuan guru ke anak yang sangat cepat reaksi penanganannya, sedang untuk kasus ini baru dua hari kejadian baru menyuarakan keprihatinannya.

Nasi sudah menjadi bubur, kini yang yang harus kita cermati dari peristiwa ini mencari titik awal kenapa bisa terjadi. Apakah karena semakin berkembangnya teknologi, kalau ini benar kita harus mengimbangi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi menjadi hal-hal yang baik.

Orientasi pendidikan harus dikawal sungguh-sungguh ke arah pendidikan seperti UUD ’45. Pada pasal 31 sebagai tonggak argumen diharapkan bisa membangun pendidikan dalam menangani mengembangkan ilmu pengetahuan (iptek) berlandaskan iman dan takwa (imtak) dan akhlak.

Akhirnya mari kita bersama-sama mengedepankan fakta jangan hanya beropini dan mendengarkan suara yang tidak jelas, apalagi hanya ingin membangun kepentingan sesaat. Ingat bila akhlak, iman, dan ketakwaan mereka lemah maka kesantunan akan tergerus oleh kepentingan.

Si Pembelajar - Slamet Yuliono -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sepertinya harus dibentuk Komisi Perlindungan Guru Indonesia (KPGI) dari berbagai tindakan kesewenang-wenangan hukum terhadap guru

06 Feb
Balas

Setuju .... pemikiran brilian

06 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali