Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, Si Pembelajar yang ingin dan ingin terus belajar kepada siapa saja. Dan berharap dengan bimbingan dan petunjuk-Nya, bisa bermanfaat bag...

Selengkapnya
Mengenang Sejarah Sebagai Ibrah
http://bacaannyasejarah.blogspot.com/2017/05/biografi-singkat-dr-soetomo.html

Mengenang Sejarah Sebagai Ibrah

Episode: Belajar Sejarah untuk Kehidupan (2)

TANGGAL 30 Juli tepatnya di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kab. Nganjuk - Propinsi Jawa Timur lahir sosok Pahlawan Nasional bernama Sutomo. Atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Tomo atau Pak Tom. Sosok yang terlahir dengan nama Soebroto anak dari Raden Suwaji bangsawan yang menjabat sebagai wedana di Maospati, Madiun.

Sejak kecil Soebroto diasuh oleh kakek dan neneknya yang bernama R. Ngabehi Singowijoyo sangat sayang kepadanya begitu pula dengan neneknya. Saat masih kecil Soebroto memiliki sifat yang baik dan sopan kepada masyarakat terutama kepada orang tuanya.

Pada usia menginjak sekolah Soebroto dititipkan kepada pamannya yang bernama Arjodipuro di Bangil. Di tempat ini Soebroto didaftarkan di sekolah dasar Belanda Europeesche Lagere School (ELS), namun tidak diterima. Keesokan harinya pamannya kembali membawa Soebroto untuk menemui Kepala Sekolah, menyampaikan keinginannya untuk memasukkan keponakannya dengan nama Sutomo. Entah dengan konsep dan iming-iming apa Soebroto berhasil diterima di Europeesche Lagere School (ELS), dan sejak itu pula (1896),Soebroto berganti nama menjadi Sutomo.

Sutomo kecil termasuk siswa pilihan, sehingga disegani temannya baik anak Indonesia maupun anak-anak Belanda, bahkan guru-guru Belanda juga sayang kepadanya. Berjalannya waktu, Sutomo melanjutkan sekolah dokter di Jakarta (STOVIA). Keinginan Sutomo pun mendapat dukungan penuh oleh orangtuanya.

====

Bergulirnya waktu, Sutomo kecil telah menjadi dokter yang bisa merasa menjadi sosok cerdas tidaklah cukup. Dan atas pergaluan dengan pendahulunya seperti dr. Wahidin beserta teman seperjuangannya sepakat mewujudkan angan mereka bahwa ''cita-cita yang luhur tidak mungkin dapat dicapai jika tidak mendirikan sebuah perkumpulan''. Akhirnya dengan gagasan tersebut mereka mendirikan suatu perkumpulan yang dinamakan Budi Utomo (budi yang utama). Budi Utomo didirikan pada hari Rabu, 20 Mei 1908. Nama ini lahir dari kata-kata dr Wahidin ketika hendak perpisahan dengan Sutomo, yaitu punika satunggaling pedamelan sae serta nelakaken budi utami (itu suatu perbuatan yang baik dan budi utama). Dan di tanggal inilah kita diingatkan akan hari Kebangkitan Nasional.

Tahun 1924 dr Sutomo beranggapan bahwa perkumpulan Budi Utomo perlu mengalami perubahan. Pemikiran hanya mementingkan pengajaran dan kebudayaan saja tidaklah cukup dalam pergerakan nasional, oleh karena itu pada tanggal 11 Juli 1924 dr Sutomo mendirikan perkumpulan lain yang diberi nama Indonesische Studieclub (IS).Perkumpulan yang bertujuan memperjuangkan sekaligus membangkitkan semangat kaum terpelajar supaya memiliki keinsyafan dan kewajiban terhadap masyarakat. Apalagi sejak dicetuskan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, jiwa persatuan Indonesia semakin mantap.

Puncaknya pada kongres 1935 di Surabaya, disetujui adanya fusi antara Budi Utomo dan PBI. Keputusan ini kemudian ditindak lanjuti dengan adanya penyelenggaraan kongres fusi PBI dan Budi Utomo pada 24-26 Desember 1935 di Solo. Partai baru hasil fusi itu diberi nama Partai Indonesia Raya yang bertujuan:

a. Memperkukuh semangat kebangsaan Indonesia.

b. Menjalankan aksi politik untuk memperoleh hak dalam politik dan pemerintahan berdasarkan demokrasi dan nasionalisme.

c. Memajukan kehidupan rakyat dalam hal ekonomi dan sosial.

Dampak yang mengiringi atas derita rakyat dalam waktu yang singkat partai ini telah memiliki 53 cabang dengan anggota 2.425 orang di seluruh Indonesia. Untuk mengoptimalkan kinerja partai yang dipimpinnya Maret 1936, dr Sutomo mengadakan perjalanan ke luar negeri. Sasaran negeri yang dikunjungi diantaranya adalah Jepang, Malaka, India, Sailan, Mesir, Belanda, Inggris, Turki, dan Palestina. Perjalanan ini bertujuan untuk mempelajari segala sesuatu yang dapat dijadikan contoh bagi kemajuan Indonesia. Setelah dr Sutomo kembali ke Indonesia, saat itu Parindra mengadakan kongres pertamanya di Jakarta pada 15 Mei 1937.

Dalam kongres itu dr Sutomo dipilih kembali menjadi ketua umum Parindra. Bersama beberapa pengurus pusat, dr Sutomo kemudian mengadakan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia untuk kepentingan partai dan kepentingan umum. Memiliki kesibukan dan pekerjaaan yang terlampau berat, akibatnya beliau sering jatuh sakit. Sakitnya semakin lama semakin parah, hingga pada tanggal 3 Mei 1938 sakit yang diderita oleh dr Sutomo tidak bisa diobati lagi dan beliau meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan di halaman Gedung Nasional Surabaya.

Pelajaran Yang Dapat Dipetik

Pada dasarnya sejarah berisi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para pendahulu kita. Ketika seseorang tidak mempelajari sejarah dengan baik, berarti ia tidak pernah mengetahui apa saja kesalahan yang terjadi pada masa lampau. Maka orang tersebut kemungkinan besar akan mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Namun ketika seseorang tersebut telah mempelajari sejarah, berarti ia telah mempelajari kesalahan yang telah terjadi sebelumnya. Yang kemudian orang tersebut bisa belajar bagaimana cara mengantisipasi masalah tersebut agar tidak terjadi lagi di masa depan.

Ada beberapa pelajaran berharga yang dapat kita petik kisah tanggal 30 Juli hari ini, dari peristiwa 130 tahun yang lalu:

1. Mental dan sikap kolonial antara penguasa dan rakyat sudah terbentuk dari zaman dulu. Ini dibuktikan dengan Sikap dan perilaku yang 'buruk' berupa mental 'maaf' curang demi mewujudkan mimpi.

2. Menjadi orang yang sukses dan terpandang tidah harus menjadi kaya. Hidup sederhana tetapi cerdas, cermat, dan pastinya dinaungi karunia ilahi berupa nasib baik maka sukses pasti akan di dapat.

3. Sukses seseorang pasti diraih karena keseriusan, tergabung dalam persyarikatan (organisasi) dan penuh pengorbanan.

Inilah jawaban dari belajar sejarah masa lampau yang penuh trik dan strategi. Pilih yang baik dan berakhir kebahagiaan atau mengambil jalan kecurangan dengan hasil akhir kekecewaan. Semoga ….

Disarikan dari berbagai sumber ...

--------------------------------

Turen - Malang, 30 Juli 2018

Si Pembelajar - Slamet Yuliono -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Terima kasih sekali, Pak SY. Sangat bermanfaat utk menambah wawasan pembaca, termasuk saya.

30 Jul
Balas

Sama-sama Pak, mencoba menu lain dari beragam kreasi di Gurusiana ...

31 Jul

Sesuatu banget, guru olah raga yang menguasai "sejarah bangsanya". Semoga kita selalu mengambil ibrah dari "sejarah" di masa lalu. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...pak guru.

31 Jul
Balas

Ya Bunda, terima kasih atensinya. Jaga kesehatan dengan selalu mensyukuri nikmatnya.

31 Jul

Kita punya 2 orang Bung Tomo: pendiri Boedi Oetomo dan yang satu lagi si pembakar semangat arek-arek Soerabaia 1945.

31 Jul
Balas

Betul sekali Pak. ....

31 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali