Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, dilahirkan sebagai anak ke sepuluh dari sebelas bersaudara. Ibu berpendidikan SR Ongko Loro dan Ayah lulusan SMP, tetapi rasa sayang d...

Selengkapnya
Menuju Puasa Jujur - Berangus Kepura-puraan dan Kebohongan
https://www.acehtrend.co/safety-player-dan-kepura-puraan/

Menuju Puasa Jujur - Berangus Kepura-puraan dan Kebohongan

Episode Artikel Khusus Ramadhan (1)

TANPA sengaja, saat ke gudang di lantai atas yang memang sudah lama tidak dibersihkan hari ini akan penulis rapikan. Ada beberapa faktor mendasar kenapa gudang perlu dirapikan, satu diantaranya adalah gudang itu kini sudah dijadikan sarang tikus sehingga beragam kumpulan tulisan lepas yang sudah puluhan tahun penulis kumpulkan dari hari, bulan dan tahun perlu dirapikan kembali. Niat awal merapikan dan fokus hanya merapikan titik. Namun tangan jahil ini rupanya merusak rencana yang tertanam komitmen di awal.

Saya menghentikan pekerjaan utama dan duduk berlama-lama hingga lebih satu jam gara-gara kudapati bendel tulisan berupa kumpulan artikel masalah pendidikan berserak di lantai. Awalnya saya enggak ngeh (peduli) langsung rapikan dan beres. Tetapi mendadak berubah pikiran setelah kudapati artikel berserak itu menjadi lusuh dan rusak, di buang sayang tidak di buang malah menjadi sampah.

Antara "kegalauan" pikir apakah artikel yang lusuh ini harus dibuang atau rapikan kembali. Di sela pemikiran itu, terbaca salah satu artikel yang ditulis oleh sosok idola penulis di era delapan puluhan. Saya membaca sepintas artikel itu, intinya Anda jujur dan maka hidupmu banyak masalah, menjalani hidup dengan kepura-puraan dan Anda akan makmur, atau banyak bohong Anda akan sukses.

Di sela asyiknya merenung dan membaca artikel yang dimuat di harian tahun delapan puluhan tersebut. Kini coba penulis kaitkan dengan perkembangan media sekarang, sekaligus sarana instropeksi diri di bulan penuh berkah (ramadan) ini.Ternyata apa yang tertulis dan menjadi pemikiran penulis di era tahun delapan puluhan itu tidak jauh berbeda dengan era kini, bisa jadi lebih parah.

=====

Tidak ingin permasalahkan isi artikel di atas, hanya yang menjadi titik pemikiran di tulisan ini adalah kenapa dalam kehidupan yang hanya sementara ita disuguhi dengan aksi tipu-tipu dan kepura-puraan.

Memasuki bulan penuh berkah dan penuh ampunan ini, di saat kita lebih banyak menunduk dan mengoreksi diri atas kesalahan yang telah kita perbuat. Alangkah indahnya kita coba buang semua aktifitas terkait dengan sikap kepura-puraan, perilaku tipu-tipu, menuju laku jujur.

Sikap kepura-puraan sebagai perbuatan yang bersumber pada entah sengaja entah tidak, tidak mengatakan yang sebenarnya. Sikap semacam ini pada saatnya akan menuntut risiko dari kehidupan kita. Dalam kehidupan ini kita diajak untuk bersikap jujur dan tulus. Hanya orang yang jujur dan tulus mampu melihat peristiwa-peristiwa sebagai keindahan.

Kisah berikut bisa dijadikan ibrah, saat bermain dengan teman-temannya semasa kecil, Untung kerap kali berpura-pura. Ketika sedang bersama-sama menggembalakan sapi, tiba-tiba Untung berlagak sakit perut dengan tampang meringis-ringis. Melihat hal itu teman-temannya dengan cemas mendekati Untung dan menanyakan keadaannya. “Kenapa kamu? Sakit ya? Salah makan kah?” “Dibohongin aja kamu!” sahut Untung sambil ngacir dan terkekeh-kekeh.

Lama-kelamaan teman-teman Untung hafal dengan sikapnya itu. Suatu sore, Untung bersama teman-teman mencari buah salam. Untung memanjat pohon untuk mengambilnya, setelah memanjat setinggi sekitar tiga meter, dahan yang dipegang Untung ternyata rapuh. Untung pun jatuh, karena jatuh itu, Untung bahkan tidak bisa berbicara.

Dengan terbata-bata tanpa mengeluarkan suara, Untung mengulurkan tangan minta tolong kepada teman-teman yang asyik bermain di sekitarnya. Menyaksikan Untung yang meringis kesakitan dan berteriak tanpa suara itu, teman-temannya cuma tertawa sambil cekikikan. “Ah… paling hanya pura-pura…! Seperti biasanya itu tuh! Biarin saja!”

Lain dengan bohong yang diartikan menyatakan sesuatu tidak sesuai dengan kenyataan atau menyatakan sesuatu berlainan dengan sebenarnya. Misalnya, Faktanya merah tetapi dikatakan berwarna putih atau yang lainnya. Bohong sering disebut juga dusta atau dalam Bahasa Arab disebut kadziba.

Berkata bohong adalah salah satu perbuatan dosa besar dan sifat tercela, yang harus dijauhi dalam pergaulan masyarakat. Selain itu, berdusta akan menjatuhkan pandangan, prinsip dan harga diri manusia di mata orang lain. Bohong adalah benih yang tanpa landasan, serta benih keraguan di dalam masyarakat.

Seseorang dengan satu kali bohong dapat mengantarkan dirinya pada tujuannya dalam waktu yang cepat. Dalam hal ini, jarang sekali seseorang memikirkan akibat buruk dan bahaya perbuatannya itu. Pembahasan bohong merupakan masalah sensitif, dan di mata para pemimpin, hal itu merupakan suatu penyakit masyarakat yang ganas. Oleh karena itu, ayat-ayat Al-Quran menyatakan tentang kewajiban menjauhi perbuatan dosa ini serta balasan bagi yang melakukannya adalah kemarahan Allah dan siksa neraka.


Bayangkan kalau suatu hari saya bertemu dan mereka tahu saya yang sesungguhnya, tidakkah itu membuat orang kecewa? Mungkin awalnya saya bisa mengatakan it’s only a game. Tetapi, permainan macam apa yang bisa sampai mengecewakan dan menipu? Dan saya mengaku beragama. Beragama kok nipu?

Akhirnya tidak ada kata lain kecuali mari mulai berkata dan berbuat jujur. Perbuatan mulia yang dimulai dari diri sendiri, dicontoh dan diteladani keluarga, dan dampak lebih luas berimbas pada masyarakat sekitar.

Ingat! . Bentuk-bentuk kemunkaran itu terjadi akibat para pelakunya tidak mampu menahan diri sehingga merugikan orang lain. Di sinilah fungsi bulan Ramadhan, yakni sebagai indikator sejauhmana seorang Muslim terlatih untuk mengendalikan dirinya. Orang Islam diharapkan untuk mengisi bulan yang mulia ini dengan terus memperbanyak kebaikan, menjauhiperbuatan-perbuatan dosa, dan menghindari perpecahan dan apalagi konflik.

Kiatnya adalah terus menjaga semangat amar maruf nahi munkar, meneguhkan tekad untuk menjadi penganut agama yang rahmat bagi semesta (rahmatan lil alamin). Pada akhirnya, semua berharap agar Indonesia menjadi damai, makmur, serta penuh rahmat dan ampunan Allah (baldatun thoyyibatunwa rabbhun ghaffur). Aamiin ....

Si Pembelajar - Slamet Yuliono -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Aamiin yaa robbal alaamiin. Puasa mengajarkan kita untuk selalu jujur. Semoga tercapai. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....pak guru.

17 May
Balas

Ya Bunda, selamat menyiapkan hidangan berbuka, semoga berkah .... Aamiin!

17 May

Sy harus belajar dr pak SY, merangkai tulisan bs panjang dari 1 ide tulisan. Mantap....tulisan dan pesannya.

17 May
Balas

Belajar bersama dan step by step Bunda. Pasti bisa ....

17 May

Selalu mantap

17 May
Balas

Terima kasih Bunda ...

18 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali