Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, Si Pembelajar yang ingin dan ingin terus belajar kepada siapa saja. Dan berharap dengan bimbingan dan petunjuk-Nya, bisa bermanfaat bag...

Selengkapnya
Merajut Impian Seorang Guru
http://slideplayer.info/slide/4873385/

Merajut Impian Seorang Guru

Episode : Panduan Praktis Menjadi Pembelajar (5)

-----------------------------

Ada tiga tukang (kuli) batu yang sedang menjalankan pekerjaan untuk mendirikan (sebuah) bangunan. Ketika sang pimpro sedang mengamati dan mengawasi (monitor) kegiatan tukang, lalu kepada ketiga tukang (kuli) yang terdekat diajukanlah pertanyaan yang sama: “... Apa yang sedang kamu kerjakan, Pak Tukang...?". Tukang pertama menjawab: “... Saya sedang menata dan menyusun batu bata...". Tukang kedua dengan jawaban: " ... Saya ingin membuat dan mendirikan tembok...". Untuk tukang yang ketiga memberikan argumen: ".... Saya ingin membangun rumah yang indah...”.

Mendengar respon dan jawaban beragam dari satu pertanyaan yang diajukan kepada ketiga tukang tersebut, pimpro hanya tersenyum dan mengangguk-angguk saja. Analisis yang ada dalam benak pimpro adalah mereka saat mengerjakan tugasnya, ternyata memiliki visi yang berbeda. Ada visi yang sangat sederhana dan bersifat jangka pendek saja, tetapi ada juga visi yang menggambarkan arah pemikiran yang jauh ke depan. Ini menunjukkan kompleksitas visi dan misi yang mereka gambarkan sekaligus mencerminkan daya imajinasi tentang kualitas pekerjaan yang akan dan sedang dilakukan.

====

Belajar dari pemikiran tukang (kuli batu) yang peran dan tugasnya hanya bercermin pada benda mati tentunya akan berbeda jauh bila dibanding tugas seorang guru. Guru adalah sosok pilihan yang harus merealisasikan pemikiran dan kemampuannya untuk anak bangsa. Yang dihadapi adalah sosok yang hidup dan berkembang dalam merajut masa depan dirinya. Bahkan ke depan diharapkan mampu menjadi pilar utama bagi keluarga dan bangsanya.

Guru seharusnya memiliki pemikiran lebih realistis dan visi yang jelas tentang tugas pokok dan fungsinya. Guru tidak hanya berobsesi membimbing peserta didiknya mampu menjadi apa di masa depan, tetapi akan bernilai tambah bila juga berpikir apa yang dapat diperbuatnya.

Berbuat 'sesuatu' lebih baik dari pada 'menjadi apa' kata inilah yang belum banyak diaplikasikan oleh guru, atau bisa jadi pemikiran seperti ini semakin lama semakin menghilang. Ada kesan guru di era sekarang ini, guru lebih berpikir praktis dan menyederhanakan permasalahan. Entah karena tuntutan perekonomian atau administrasi, sehingga mengajar dipaksakan sesuai jumlah jamnya dan dapat tunjangan profesi atau memang landasan keilmuan (pedagogig) sejawat guru ini sudah lemah bahkan luntur.

Peserta didik memiliki sifat yang kompleks, karena itu guru perlu memiliki visi yang jelas tentang pembelajaran yang dilakukannya. Pembelajaran yang bersifat tidak sekedar mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan semata. Lebih dari itu, pembelajaran juga harus mampu mengembangkan sikap, daya nalar dan membangun kepribadian menuju kedewasaan diri.

Pembelajaran yang baik harus mampu membangun dan memotivasi peserta didik supaya mau dan mampu mengaplikasikan pengetahuannya dengan berbuat sesuatu. Memosisikan peserta didik menjadi seseorang yang aktif, enerjik, tidak hanya menonton, dan menunggu, tetapi memiliki kepekaan diri maupun sosial yang tinggi untuk bisa berbuat sesuatu.

Hidupkan semangat untuk belajar! Jadilah guru yang selalu belajar. Karena setelah menjadi guru bukan berarti berhenti belajar. Guru harus menjaga kualitas keilmuannya dan selalu belajar untuk meningkatkan kompetensinya dalam rangka menjawab tuntutan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Tanpa belajar dilihat dari beragam aspek, guru tidak akan mampu memberikan pelayanan dan bimbingan yang maksimal kepada peserta didik.

Guru yang selalu belajar akan menjadi guru yang progresif sekaligus produktif. Dengan tetap belajar dan belajar, guru akan selalu hidup, dan memiliki kekuatan yang dahsyat. Ketika guru sudah berhenti belajar maka pada saat itulah guru sudah mati. Mati pengetahuan, mati daya dan rasa, mati keterampilan, dan mati wawasan. Kematian sebelum meninggal inilah yang harus dihindarkan oleh seorang guru profesional.

Hidupkan jiwa guru! Rohnya guru adalah mendidik. Karena situasi dan kondisi tertentu, jiwa guru bisa pudar bahkan menghilang. Persepsi tentang profesi guru, jangan sampai berubah. Guru jangan hanya dipandang sebagai suatu pekerjaan. Karena sejatinya profesi guru bernilai plus tidak hanya sebagai sumber kehidupan, tetapi kehidupan itu sendiri. Menjadi guru merupakan tugas yang suci dan mulia, serta sebuah panggilan hati nurani. Apa pun yang dilakukan guru terhadap peserta didik adalah mewujudkan jiwa mendidik.

Guru perlu memahami perkembangan perilaku, bakat, minat, harapan dan aspirasi dari peserta didik. Tidak kalah pentingnya, guru juga perlu memahami modalitas belajar dan perilaku belajar peserta didik. Guru dituntut untuk selalu mengamati, menganalisis dan memiliki kepekaan yang besar terhadap permasalahan peserta didik di sekolah.

Guru juga perlu memahami pedagogik, pengetahuan tentang seluk-beluk mendidik. Tanpa bekal pedagogik yang mantap, guru tidak mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada peserta didik. Guru yang hidup tidak hanya berdiam diri, berpangku tangan, tetapi mau berbuat dan menjemput bola bagi kebaikan dan kemajuan peserta didik.


Hidupkan kreativitas! karena kreativitas bagian dari kemampuan untuk menciptakan produk baru, baik yang benar-benar baru sama sekali maupun yang merupakan modifikasi atau perubahan dengan mengembangkan hal-hal yang sudah ada. Guru bukan hanya sekedar mengajar dan mendidik, tetapi juga dapat menginspirasi kepada para siswa. Maka, kualitas guru juga harus ditingkatkan dalam bentuk inovasi dan kreasi ketika mengajar karena akan berdampak luar biasa pada peserta didik.

Dengan mengembangkan inovasi dan kreasinya, guru diharapkan mampu menciptakan nuansa baru dalam proses pembelajaran. Apalagi bila ditunjang dengan strategi, metode yang variatif pasti akan membuat kegiatan pembelajaran menjadi hidup. Komunikasi yang intensif membuat suasana belajar menjadi hangat dan menyenangkan. Kegiatan pembelajaran yang semula membosankan berubah menyenangkan dan luwes hingga membuat suasana kelas benar-benar hidup dan segar.

Kreativitas tinggi tidak mungkin tercipta tanpa membaca dan menulis! Guru merupakan profesi yang dinamis, selalu berkembang sesuai dengan kemajuan dan tuntutan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru jangan sampai 'ketinggalan' dengan perkembangan yang terkini tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru tidak boleh dilindas oleh kemajuan-kemajuan yang sedang terjadi. Dengan pengetahuan yang memadai, guru akan mampu menjadi agen pembaharuan baik di sekolah, dalam keluarga, maupun di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, guru perlu terus menggelorakan dan menghidupkan kegemarannya untuk membaca.

Alangkah sempurnanya bila kegemaran membaca juga diimbangi dengan semangat menulis. Dengan menulis, guru mampu mengkristalkan pengetahuannya sehingga menjadi mantap dan mumpuni. Melalui kegiatan menulis yang berkualitas, guru akan termotivasi untuk meningkatkan kapasitas pengetahuannya.

Guru akan terlatih menuangkan gagasan tentang fungsi dan tugasnya sebagai pendidik, dan mengembangkan kemampuan dalam memecahkan masalah. Selain itu, guru akan mampu mengasah kompetensi tentang penguasaannya terhadap profesinya, dan mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar yang selalu berkembang dan 'up to date' untuk merespon berkembangnya ilmu pengetahuan.

Sebagai penutup artikel, penulis mengingatkan diri dan mengharap kepada sejawat guru. Jadilah guru yang hidup, inovatif, kreatif, dan memiliki semangat juang tinggi untuk maju demi keberhasilan peserta didik. Ingat untuk merealisasikan angan anak didik menjadi apa tanpa berbuat tidak ada gunanya. Tetapi mempersiapkan peserta didik ke depan sehingga mereka mampu berbuat sesuatu, itu sangat penting.

-----------------------

Turen - Kab. Malang, 5 Juli 2018

Si Pembelajar - Slamet Yuliono -

*) Maaf tulisannya panjang dan berbelit .... semoga tidak membosankan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sepakat, Pak SY. Guru hendaknya memiliki visi yg jelas dan berkualitas dlm menjalankan tugasnya. Dari guru2 seperti inilah pendidikan bermutu akan terwujud.

05 Jul
Balas

Ya Pak, belajar jadi guru profesional ...

05 Jul

Luar biasa pak SY, bagian dari isi buku ya pak

05 Jul
Balas

Salah satu dari beberapa bagian yang nanti akan saya kolaborasikan dengan Pak Guru AS ....

05 Jul

Belajar.. belajar.. dan menghasilkan tulisan... sukses utk pak SY

05 Jul
Balas

Yessssssssss ....

05 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali