Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, Si Pembelajar yang ingin dan ingin terus belajar kepada siapa saja. Dan berharap dengan bimbingan dan petunjuk-Nya, bisa bermanfaat bag...

Selengkapnya
Pak Samsudin vs Pak Omank berebut Simpatik
http://www.imgrum.org/media/1325122380053705136_1494643070

Pak Samsudin vs Pak Omank berebut Simpatik

Catatan tambahan gurusianer

PERLU 'timing' yang tepat untuk memberikan catatan tambahan dari apa yang menjadi pemikiran Pak Samsudin mewakili wajah baru di gurusiana dan Pak Omank yang sudah satu tahun berkiprah dalam dunia tulis menulis di gurusiana.

Tulisan ini tidak bermaksud mencari simpatik dan 'mendompleng' kepopuleran. Tetapi niatan awal, saya bergabung di gurusianer adalah berbagi informasi dan mencari sahabat. Bahwa antara yunior dan senior di gurusianer memiliki kedudukan yang sama. Sama sepertinya beragamnya kehidupan: ada baik - buruk; ada kaya - miskin; ada suka - duka; ada siang - malam.

Menjadi Pembelajar

Menjadi pembelajar (become a learner), bukan menjadi manusia atas dasar sertifikat. Manusia pembelajar adalah orang yang terus belajar, mempertinggi kemampuan (kompetensi) agar bisa memberi kontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

Manusia pembelajar, menunjuk pada pemikiran James R Davis dan Adelaide B Davis, mencintai hal-hal baru, pemikiran baru, dan keterampilan baru. Ia belajar bukan hanya untuk mengetahui, tetapi lebih dari itu untuk berpikir dan memecahkan masalah. Manusia pembelajar belajar dan mengembangkan ilmu tak hanya dari bangku kuliah dan text book, tapi juga pengalaman dan dari realitas kehidupan sebenarnya. R Davis menyebutnya dengan istilah perpetual learner (pembelajar sejati).

Intinya dari beragam referensi yang sempat saya pelajari untuk menjadi Manusia pembelajar sedikitnya memiliki lima sifat utama. Pertama, memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Inilah sifat yang membuatnya rajin belajar dan memiliki kemauan belajar yang kuat. Dari banyak riset, anak menjadi pandai bukan karena diajar, tapi karena ia semangat dan rajin belajar.

Kedua, ia suka berbagi ilmu dengan teman atau orang lain. Merupakan keunikan ilmu, ia tidak habis kalau dibagi, malah bertambah. Dan di gurusiana ini adalah contoh konkrit untuk berkontribusi dalam berkarya.

Ketiga, rajin memperluas ilmu pengetahuan dengan melakukan ekspansi ilmu, yaitu dengan latihan berpikir serta menghubungkan diri dengan berbagai kearifan, wisdom, dan pemahaman yang hidup, bukan dengan pengetahun yang sudah mati.

Keempat, ia memiliki kontribusi bagi kemajuan ilmu dan kemanusiaan. Dalam perpsektif Islam, ilmu tidak untuk ilmu, tetapi untuk kemaslahatan umat sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT.

Kelima, ia memiliki sifat rendah hati dan tawadhu. Meskipun berpengetahuan luas serta memberi kontribusi besar bagi kemajuan ilmu dan peradaban, para pembelajar sejati tidak pongah dan tidak besar kepala. Mereka tetap rendah hati, ibarat filosofi padi, makin berisi, makin tunduk ke bawah.

Inilah sikap yang membuat seorang pembelajar tidak menutup diri, tetapi selalu terbuka dan sedia berdialog dengan orang lain. Mereka selalu mengakhiri tulisan dengan tidak lupa mencantumkan selalu kalimat "Wa Allah-u a`lam bi al-shawab" yang berarti mengembalikan kebenaran sejati hanya kepada Allah SWT.

Si Pembelajar - Slamet Yuliono -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Berebut simpatik? Laris manis, tanjung kimpul Dawet habis, duwit kumpul

10 Feb
Balas

selanjutnya dibagi-bagi ya Pak ...

10 Feb

Ahh kalau begini yang untung Pak Omak lo Pak Slamet karena dagangannya "Dawet Ayu Banjarnegara" habis semua. Sehingga Pak Omank sampai garis finis dengan Syaipul, dawetnya habis uangnya terkumpul.

10 Feb

Yang belum mborong pak samsudin, pak slamet sudah ayo masih ditunggu

10 Feb

Terus membaca.. Salam literasi

10 Feb
Balas

Salam Literasi juga Pak ...

10 Feb

Intinya mari saling berbagi dan memotivasi, saling asah, asih dan asuh keluarga jadi damai khan

10 Feb
Balas

Indahnya berbagi dengan beragam karakter. Begitu kan Pak AS.

10 Feb

Kalau saya masih belajar...

10 Feb
Balas

Sama Bunda belajar sepanjang hayat

10 Feb

Ya...kita di sini saling berbagi saling belajar.

10 Feb
Balas

Berbagi dalam kebaikan...

10 Feb

Saya hanya bisa bilang Baarokallah...Pak.

10 Feb
Balas

Aamiin...

10 Feb

Begitulah enaknya di Gurusiana Pak Slamet. Ibaratnya orang mau mendaki gunung bergandeng tangan walau jalanya berbeda tapi tujuanya sama yaitu mencapai puncak "pencerahan".

10 Feb
Balas

Menuju puncak bersama dengan senyuman ....

10 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali