Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, dilahirkan sebagai anak ke sepuluh dari sebelas bersaudara. Ibu berpendidikan SR Ongko Loro dan Ayah lulusan SMP, tetapi rasa sayang d...

Selengkapnya
RPP Ideal, Separuh Beban Kurikulum (2013) Terlewati
http://temanggung.kemenag.go.id/pencarian

RPP Ideal, Separuh Beban Kurikulum (2013) Terlewati

Episode : Panduan Praktis Menjadi Pembelajar (4)

----------------------

SIAPAPUN Anda, asal masih menyandang gelar guru di lingkungan sekolah dalam lingkup intra kurikuler dipastikan dan sekaligus identik dengan 'keribetan' dan kesibukan. Sibuk dan ribet dengan tuntutan harus menyusun, menata, dan membuat perangkat pembelajaran sebagai pendukung administrasi yang harus diselesaikan. Kemudian diaplikasikan kepada peserta didik (siswa). Tuntutan itu dipastikan dibuat dan atau dibenahi dalam tiap tahun/semester dengan selalu mengevaluasi kekurangan dan kelemahan sistem pengajaran yang telah dilakukan oleh guru. Dengan alasan, bila selalu mengevaluasi dan mengikuti beragam perkembangan pembelajar diharapkan kita (guru) tidak 'asal' mengajar dan mendidik.

====

PUNCAK dari kegiatan dan aktivitas diklat terbimbing selama lima hari. Salah satunya adalah untuk sosialisasi dan pendalaman terhadap (Kurikulum 2013) khususnya tentang bagaimana cara menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang 'ideal' sebagai langkah nyata dalam menerapkan pembelajaran di kelas. Namun patut disayangkan, dalam setiap kali penulis mengikuti pendampingan maupun mengikuti diklat selalu saja permintaan sejawat guru peserta diklat ingin langsung masuk pada poin bagaimana kalau RPP yang sudah jadi itu bisa di copy paste.

Tindakan itu sah-sah saja. Tetapi mereka lupa bahwa untuk membuat dan merangkai hingga menjadi RPP 'ideal' itu, harus mempelajarinya step by step. Dari langkah kerja yang terencana dan terstruktur itulah diharapkan akan menjadi RPP ideal sesuai dengan kondisi sekolah yang menjadi tanggung jawab dan binaannya. Bukan RPP produk atau buatan dari sekolah lain yang langsung dipakai sesuai dengan kondisi sekolahnya.

Menyusun RPP dalam (Kurikulum 2013) menjadi hal yang penting, karena tanpa adanya RPP atau bahkan penyusunan RPP yang tidak tepat, bisa mengakibatkan pembelajaran yang dilaksanakan nanti tidak sesuai dengan karakter kurikulum. Apalagi di Kurikulum 2013 bila kita perhatikan, menampilkan perbedaan mendasar dibanding dengan Kurikulum sebelumnya. Dalam RPP Kurikulum 2013 ini memuat kompetensi inti (KI), yang terdiri dari KI 1 (sikap spiritual), KI 2 (sikap sosial), KI 3 (nilai pengetahuan), KI 4 (nilai keterampilan). Kompetensi inti ini dapat dikatakan sebagai breakdown dan ruh dari materi yang akan diajarkan.

Untuk mendukung ketercapaian kompetensi inti tersebut, guru dituntut menerapkan metode pembelajaran aktif. Keaktifan dari metode yang diterapkan akan berdampak signifikan pada pola pembelajaran siswa yang kompleks pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Agar dapat menyusun RPP seperti yang diharapkan dalam Kurikulum 2013, guru diwajibkan lebih berani berkreasi dan mencoba hal-hal baru. Kreasi dan keberanian mencoba hal baru yang saya maksud adalah guru berusaha untuk memunculkan ide mengajar yang berbeda dari pola pembelajaran biasanya.

Setelah semua desain pembelajaran yang direncanakan dilaksanakan, selanjutnya guru masuk pada tahap penilaian. RPP juga memiliki bagian yang membahas mengenai bagaimana penilaian siswa akan dilaksanakan. Kita sebagai guru tidak boleh terjebak pada cara pandang lama yang hanya memandang keberhasilan siswa dari seberapa pintar siswa menguasai materi pembelajaran. Kita harus ingat bahwa, di awal penyusunan RPP, kita merencanakan beberapa kompetensi inti yang harus dikuasai siswa. Berbekal kompetensi inti tersebut dan dengan memperhatikan proses kegiatan belajar mengajar dengan bantuan penerapan metode active learning maka dari sanalah siswa memperoleh penilaian.

Merangkai dan menyusun RPP agar valid perlu terus menerus dievaluasi, setidaknya ada tiga hal wajib yang dilakukan oleh guru. Pertama, RPP sebagai konsep dasar dari pelaksanakan program pembelajaran di kelas perlu disusun menyerupai buku babon yang selalu direvisi. Sehingga secara bertahap dapat meningkatkan kinerja guru, karena guru tidak lagi menjadi pendidik yang puas atas hasil yang dikerjakannya selama bertahun-tahun. Dengan penyusunan RPP yang valid dan terbarukan, guru akan dapat melakukan upaya perbaikan dan berinovasi sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.

Kedua, memahami dan menerapkannya tahapan-tahapan penyusunan RPP. Guru akan mampu memperbaiki proses pembelajaran apalagi dengan melalui kajian ilmiah terhadap apa yang terjadi di kelasnya. Dengan demikian, proses belajar-mengajar bukan sebagai rutinitas guru sehari-hari, tetapi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik yang disertai tindakan nyata ke arah peningkatan kualitas proses belajar-mengajar.

Ketiga, dengan menyusun, melaksanakan, dan menindaklanjuti konsep yang ada di RPP itu saja bagi seorang guru, sudah merupakan langkah maju sekaligus sebagai langkah kerja konkrit dari proses pembelajaran. Sehingga guru menjadi kreatif karena guru selalu dituntut untuk melakukan inovasi sebagai implementasi dari metode dan model pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya.

Semakin banyak ide yang muncul, maka kita (guru) akan dengan mudah bereksperimen melalui RPP yang kita susun. Mengingat begitu kompleksnya sasaran Kurikulum 2013, maka jika hal tersebut dilakukan tanpa adanya RPP, penulis rasa akan sia-sia. Kurikulum 2013 membutuhkan metode pengajaran aktif yang setiap tahapannya disusun rapi dalam RPP. Jika kita sebagai guru sering memotivasi siswa untuk selalu mempelajari hal baru, maka sudah sewajarnya motivasi tersebut kita tumbuhkan pada diri sendiri untuk mempelajari dan menerapkan model-model pembelajaran yang terbaru.

Tantangan bagi guru ke depan memang lebih berat seiring dengan tugasnya sebagai guru profesional. Untuk itu, mari kita sadari bahwa sebelum kita melangkah dengan penerapan kurikulum 2013 sebagai langkah nyata yang harus diberikan kepada peserta didik. Berkaca pada diri sendiri, sudahkah kita menyusun dan membuat RPP yang selalu dievaluasi keberadaannya. Ingat ke depan membuat RPP ideal bagi guru adalah sebuah keharusan. Bukan hanya untuk kesempurnaan proses pengajaran, melainkan juga untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan yang makin maju dan itu dimulai dari RPP yang berkualitas bukan hanya “copy paste” milik orang lain.

Sebagai pengingat: mengajar tanpa berpedoman pada RPP yang sesuai dengan kondisi riil di sekolah termasuk mengingkari amanat, karena akan merusak fisik, mental dan moral siswa dan berakibat menurunkan kewibawaan guru. Karena itu, wahai sejawat guru berlatih teruslah untuk mengasah kemampuan dalam menyusun RPP. Tidak hanya mengandalkan copy paste saja, sebagai senjata utama dalam mewujudkan profesionalisme kerja guru. Semoga ...

-----------------------

Turen - Malang, 3 Juli 2018

Si Pembelajar - Slamet Yuliono -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Terimakasih...tulisan yg mampu merefleksi seberapa profesionalkah sebagai guru.

03 Jul
Balas

Nggih Bunda, belajar jadi guru yang baik

03 Jul

Sangat setuju pak guru. Sebagus dan secanggih apapun RPP orang lain jika tidak sesuai dengan kondisi riil di sekolah kita, waduuuh....apa namanya ya pak? Jazakallah khoir...pak guru sudah sangat mengingatkan. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Jul
Balas

Ya ... setuju

03 Jul

Terimakasih. Saya banyak belajar dari tulisan bapak.

03 Jul
Balas

Terimakasih. Saya banyak belajar dari tulisan bapak.

03 Jul
Balas

Nggih Bu, belajar bersama biar tambah pinter hehehe ...

03 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali