Slamet Yuliono

SLAMET YULIONO, dilahirkan sebagai anak ke sepuluh dari sebelas bersaudara. Ibu berpendidikan SR Ongko Loro dan Ayah lulusan SMP, tetapi rasa sayang d...

Selengkapnya
https://www.kompasiana.com/pakde-sakimun/54f71e38a33311046a8b457e/wani-ngalah-luhur-wekasane

"Sing Waras Ngalah"

Episode : Mawas Diri (7)

-----------------------

DUA hari pelaksanaan bimtek terstruktur yang diselenggarakan sekolah diikuti anggota sub rayon bekerja sama dengan Dinas Pendidikan ada kejadian menarik yang layak dijadikan 'ibrah' (pelajaran). Bermula dari ucapan salah satu peserta (guru) dengan santai yang 'diselingi' gurauan berbicara seolah tanpa rasa bersalah. "... buat apa membuat perangkat pembelajaran dan mendukung lainnya, membuat asal buat saja ada anak binaan sekolah kita meraih emas OSN, apalagi bila kita menyusunnya hehehe ...". Ucapan spontan ini sontak membuat peserta diklat tertawa dan bahkan ada yang menimpali benar... benar ....benar.

Ungkapan gurauan semacam ini, apalagi disampaiakan forum resmi oleh sosok guru dan di lingkungan pendidikan memang kurang etis dan mencederai khasanah keilmuan yang kita dapat. Tetapi kejadian semacam ini selalu ada dan kadang lebih memprihatinkan. Bahkan 'maaf' kadang Kepala Sekolah sudah tidak bisa mengatasi dan menghadapi sosok-sosok 'pengacau' seperti ini.

====

Ambil hikmahnya, itulah kata bijak yang seharusnya selalu kita kedepankan dalam menghadapi permasalahan hidup. Termasuk dalam menghadapi beragam karakter sejawat guru yang ada di lingkungan sekolah kita. Setidaknya bisa dijadikan tambahan referensi bagi kita (seorang) guru yang butuh pencerahan. Mereka yang kurang bisa memerima pencerahan kita anggap sebagai bumbu kehidupan di lingkungan yang komplek seperti ini.

Hindari ungkapan atas kejengkelan atas 'kegaduhan' ini terungkap ucapan 'sing waras ngalah'. Artinya siapa yang pikirannya normal agar mengalah sementara, selalu menahan diri, dan apalagi malah ikut bergabung. Punya kemampuan mengingatkan itu lebih baik, bila tidak mampu biarkan orang yang 'kurang normal' pikirannya tetap beraksi dan meneruskan kemauannya.

Allah Ta’ala mengingatkan dalam Firmannya: " .... Katakanlah: "tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, Maka bertakwalah kepada Allah Hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan ...". (QS Al-Maaidah: 100). Atau dalam ayat lain Allah SWT berfirman: "... Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran ....". (QS –Zumar/39: 9).

Jelas sekali, kutipan ayat-ayat di atas telah memberikan petunjuk dan jalan bagi orang-orang yang baik. Posisi mereka tidak sama dengan orang yang buruk; kedudukan orang yang berilmu itu tidak sama dengan orang tidak berilmu; dan derajat dan kualitas mereka yang normal pasti lebih dibanding orang yang bermasalah.

Sebagai peserta kegiatan diklat agar gangguan kecil seperti ini tidak berkembang, tip's yang disampaikan Bapak Marzuki (Widyaiswara LPMP Jawa Timur) di grup WA AGM beberapa hari yang lalu bisa dijadikan referensi: (1) Penguasaan materi diklat yang baik dan ini mutlak; (2) Menguasai Kelas ini lebih pada penerapan strategi dan memahami karakter peserta diklat; dan (3) Ikhlas

Percayalah bila konsep dasar kegiatan diklat disusun dengan baik dan ditunjang niatan tulus untuk mengikuti pelatihan kata sing waras ngalah tidak akan terjadi. Dan yang ada adalah keseriusan mengikuti kegiatan pelatihan dengan sebaik-baiknya.

Tidak berarti ungkapan sing waras ngalah dijadikan musuh, ungkapan ini seharusnya menjadi inspirasi bagi kita bahwa kebaikan itu harus selalu disampaikan dengan cara yang baik. Jika menyampaikan kebaikan dengan cara yang salah, pesan kebaikan akan hilang yang ada hanya keburukan saja, dan kebaikan tidak pernah akan menang, disinilah seharusnya semangat sing waras ngalah ini tetap hidup.

Semoga Allah Ta’ala menyelamatkan hamba-hambanya yang masih berpikiran waras lagi menjunjung serta mentaati aturan-aturan-Nya. Amiin ya Rabbal ‘alamiin.

-----------------------

Turen - Malang, 12 Juli 2018

Si Pembelajar - Slamet Yuliono -

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Cukup sering orang melontarkan ungkapan bernada kekecewaan seperti itu, ya Pak?

12 Jul
Balas

Nggih Pak .... kecewa sekaligus ada seninya hehehe ....

12 Jul

Kecewa bole saja. Asalkan inspiratif. Sehingga mampu berkarya dan berprestasi dalam bentuk yang berbeda. Perbedaan adalah sebuah rahmat yg juga harus d syukuri. Dan bentuk rasa syukurnya adalah mampu berubah menjadi lebih baik. Waalu'alam bisshowab.

13 Jul
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali